Filed under: kompetisi web kompas muda & aqua | Tags: blog, google, kompetisi, kompetisi web, kompetisi web kompas muda, kompetisi web kompas muda & aqua, SEO, web muda
Sesuai judulnya, postingan ini hanyalah postingan dukungan untuk Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA yang sedang saya ikuti. Mau tidak mau, postingan dukungan ini jelas saya butuhkan untuk bisa membantu menaikkan peringkat Web Muda, blog yang saya gunakan untuk mengikuti kompetisi ini, pada halaman pencarian Google. Seperti yang sudah Anda ketahui, kompetisi hasil kerjasama Kompas MuDA dengan perusahaan air mineral terbesar di Indonesia, AQUA, ini menggunakan sistem SEO untuk menyaring peserta 200 besar. Kata kunci yang digunakan ya Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA, sesuai judul postingan ini lagi. Nah, agar bisa bersaing di ajang ini, tentu saya perlu melakukan langkah₋langkah untuk mengoptimasi blog yang saya ikutkan, salah satunya dengan postingan dukungan ini.
Awal mula saya optimasi sebenarnya (menurut saya sih) sudah lumayan lama juga. Saya ingat betul mulai membuat blog baru khusus untuk lomba ini sebelum saya mengikuti lomba blog yang diadakan oleh Himasika ITS, Physics Blog Competition. Waktu itu pun belum banyak upaya optimasi yang saya lakukan. Hanya membuat blog dengan nama domain yang mengandung kata kunci dan sedikit urusan remeh temeh seperti mengatur judul, theme, dsb, baru itu saja. Saya baru mulai serius melakukan optimasi setelah lomba blog tersebut selesai pada 23 Januari lalu sampai saat ini.
Awalnya, saya sempat panik karena blog saya tidak kunjung muncul di beberapa halaman awal Google. Lalu, saya berusaha lebih keras lagi, tebar link sana₋sini, memperbanyak postingan, dsb. Namun, hasilnya belum juga kelihatan. Saya lantas membuka Google dan mulai mengetikkan kata kunci, Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA. Kemudian, saya buka beberapa blog secara random dan mulai melihat₋lihat isinya. Ternyata, blog walking memang sangat₋sangat penting. Buktinya, setelah blog walking kesana kemari, saya menemukan beberapa “rahasia yang tidak diungkapkan” dari blog₋blog tersebut. Hehehe…
Ide membuat postingan dukungan ini pun sejujurnya saya contek juga dari peserta lain yang berhasil menduduki halaman₋halaman awal Google. Bahkan, mungkin saking ndewo₋nya, bukan hanya postingan utama, postingan dukungannya pun juga bercokol di halaman₋halaman awal hasil pencarian Google. Memang sih, dengan membuat postingan dukungan saya tidak lantas bisa langsung menempati halaman awal Google, bersanding dengan blog₋blog ndewo tadi. Tapi, paling tidak, semoga upaya saya ini bisa sedikit membantu. Semoga juga postingan ini dapat semakin mendekatkan saya pada gelar juara dalam kompetisi ini. Amin…
Oh, soal peringkat saya di Google, sampai saat ini masih fluktuatif. Minggu kemarin, saat pertama kali saya cek di Google dengan menelusuri satu persatu halaman (saya sampai nyaris frustasi), saya berhasil menemukan blog saya terdampar di halaman 43. Keesokan harinya, naik satu halaman ke 42. Kemudian, saat saya cek lagi besok atau lusanya, malah turun lagi dua halaman ke halaman 44. Terakhir, waktu saya menulis postingan ini, blog saya, Web Muda, malah turun lagi ke halaman 45
. Saya harap sampai hari deadline, blog saya mampu melesat naik sampai kalau bisa paling tidak sepuluh halaman. Hehehe… Amin, amin…
Ya sudah, segini saja dulu ya. Terus dukung dan doakan saya agar bisa meraih kesuksesan di Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA ini ya!(*)
Filed under: kompetisi web kompas muda & aqua | Tags: kompetisi web, kompetisi web kompas muda, kompetisi web kompas muda & aqua, web muda
Wah, akhirnya saya kembali menengok blog ini. Sejujurnya, saya sudah tidak berniat lagi untuk menghidupkan Herman Sanjaya dan cerita-ceritanya. Jadi, kalaupun saat ini saya kembali posting di sini, semata-mata hanya postingan pendukung untuk lomba blog yg sedang saya ikuti.
Setelah sukses memetik hasil yang manis dari PBC, lomba blog pertama saya, kini saya mulai fokus pada lomba blog yang lain. Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA, begitu bunyinya. Tapi, untuk lomba tersebut, saya tidak menggunakan blog ini, melainkan sebuah blog baru lagi (masih di WordPress, masih gratisan) yang saya namai Web Muda.
Lomba yang satu ini tantangannya berbeda dengan lomba yang sebelumnya dan jelas lebih sulit. Selain karena tingkatannya yang nasional -yang artinya saya musti bersaing dengan blogger muda se-Indonesia Raya, kompetisi yang diadakan oleh Kompas MuDA hasil kerjasamanya dengan Aqua ini cukup merepotkan saya dengan penilaian SEO-nya. Babak penyisihan awal yang memilih 200 besar nantinya akan dilakukan dengan pencarian melalui Google dengan kata kunci “Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA“. Dan saya benar-benar stress karena sampai saat ini blog yang saya akan ikutkan terdampar entah di mana pada halaman pencarian Google. Yah, semoga saja dalam waktu optimasi yang cukup singkat ini (deadline-nya tanggal 15 Februari) saya bisa mendapatkan keajaiban dari Allah SWT (as He has given to me before
) dan bisa masuk 200 besar lalu mejadi juara. Amin.
Jadi nih ya… para pembaca, adek, kakak, mas, mbak, abang, oom, tante, ibu, bapak, encang, encing, paklik, bulik, pakde, bude, semuanya deh, mulai sekarang saya sangat-sangat menyarankan -bahkan memaksakan- agar Anda sering-sering berkunjung ke Web Muda dan share, tweet, maupun memberi saran atau kritik melalui komen dan tak lupa juga mendukung saya melalui doa. Semoga saja setiap yang Anda lakukan yang semakin mendekatkan saya pada gelar juara akan dibalas dengan pahala yang berlimpah oleh Tuhan Yang Mahaesa. Amin. Saya tunggu di Web Muda ya… (*)
Filed under: Uncategorized | Tags: bulan madu, eliana widjaya, marriage, pernikahan, rumah tangga
Sudah ketemu. Calon istri saya. Namanya Eliana Widjaya. Sampai kemarin saya masih berpikir nama yang cocok adalah Eliana Tanudibyo. Baru tadi pagi saya kepikiran nama ini dan merasa cocok. Nama belakang kami sama-sama berakhiran jaya. Nama yang tidak terdengar kampungan seperti yg saya perkirakan sebelumnya.
Eliana suka dipanggil Lina. Biasa sekali. Tapi saya begitu terpesona padanya. Kulitnya yang kecoklatan begitu eksotis. Halus & terawat. Rambutnya yang bergelombang di high light emas. Cocok sekali dengan warna kulitnya. Ia lebih tinggi daripada saya. 171 cm. Tidak masalah untuk saya. Saya suka melihat kakinya yang jenjang.
Tubuhnya terbentuk indah. Membuat saya selalu terpukau akan lekukannya. Siluetnya begitu menawan saat mengenakan gaun malam yang tertiup angin. I love her so much.
Dia agak agresif & terbuka. Dia tidak terbiasa mengontrol kata-kata yang keluar dr mulutnya. Kemarin kami bertengkar saat memilih cincin kawin yg cocok. Saya suka yg minimalis, sedangkan dia suka yg ada hiasan2nya. Oh ya, satu lagi tentang dia, dia sangat memaksakan kehendak. Tentu saja hal itu membuat saya marah. Saya sempat menamparnya & berkata wanita jalang dihadapannya. Setelah lama bertengkar, akhirnya ia menuruti kemauan saya. Dia belajar satu hal dari situ. Bahwa bagaimanapun kerasnya dia, tetap tidak akan bisa menjatuhkan saya.
Dia pun sudah jinak saat kemudian saya mengajaknya pengantin. Saya memilih yang berwarna emas untuknya. Saya sendiri memilih memakai tuxedo formal berwarna putih gading dengan ornamen2 berwarna emas pula.
Kami menikah tadi pagi. Suasana yang sakral. Tidak dihadiri banyak orang. Hanya orang-orang terdekat. Oh ya, terima kasih untuk sahabat terdekat saya, Akhmad Imron Fauzi, yg membantu mempersiapkan semuanya. Dia terlihat bahagia sekali.
Sekarang kami sedang berbulan madu di land of romantism. Kami merencanakan seorang bayi. Di tempat seindah ini, tampaknya akan cukup mudah..(*)
Filed under: Uncategorized | Tags: istri, menikah, perkawinan, rumah tangga
Coba tebak! Saya berencana menikah. Saya suah merencanakan ini dr bbrp minggu lalu. Tapi sy belum menentukan tanggal pastinya. Tunggu saja, mungkin minggu depan. Saya benar2 tidak sabar.
Sementara itu, sy mungkin akan menghabiskan waktu merancang calon istri saya. Wajah, tubuh, & sifat2nya. Saya juga akan merencanakan bagaimana kehidupan perkawinan kami nanti. Mungkin tidak selamanya bahagia. Saya ingin membuat saat2 dimana keadaan rumah tangga kami jadi sangat berbeda. Sedikit suram & dingin. Sedikit ketakutan boleh jadi akan sangat menarik.
Wow!! Saya benar2 tidak sabar.
Mungkin kalian bisa memberi saya saran tentang bagaimana sebaiknya saya merancangnya. Mulai dari yang sederhana, nama saja. Nama yang indah tentunya. Hmm.. Saya mulai memikirkan kira2 siapa namanya. Bagaimana kalau Diana? Atau Louisa? Terdengar terlalu barat ya? Bisakah kita coba Eneng? Terdengar kampungan? But, why not? Mungkin wanita yg kampungan bisa jauh lebih menarik. Bisa lebih mudah dibuat & dikendalikan.
Fiuuhh… Saya benar2 excited. Tunggu saja sementara saya merancang ini semua. Saya akan membuatnya begitu luar biasa.(*)
Filed under: Uncategorized | Tags: herman sanjaya, kepribadian, life, story
Nama saya Herman Sanjaya. Saya tak mau dipanggil Herman saja atau Sanjaya saja. Panggil saya Herman Sanjaya. Saya tumbuh sebagai pribadi yang kurang diinginkan. Saya tumbuh sebagai pengesampingan. Saya adalah bentukan yang tidak dibentuk oleh orang lain. Saya terbentuk sebagai diri saya sendiri, menemukan kepribadian saya sendiri & tidak terkekang oleh kebakuan yg mengikat sebagian besar orang lain.
Anda mungkin memandang saya sebagai seseorang yang aneh. Tapi Anda tidak benar2 mengenal saya atau bagaimana kehidupan saya yang seringkali dianggap absurd berkembang. Tapi saya, dan kehidupan saya, memang benar2 berkembang. Meskipun hanya sebagai suatu sistem yang terpola semuanya secara imajiner. Tapi Anda tidak akan pernah tahu kan? Anda tidak dapat menjamin apakah saya hanya akan terus berada dalam dimensi saya sendiri, atau malah berlari keluar dan mengambil bentuk yang nyata. Nobody knows.
Kehidupan saya, sungguh unik. Sekali lagi, saya tidak terikat oleh kebakuan masyarakat. Saya adalah individu bebas yang bertingkah & berperilaku dengan landasan insting. Karena dari instinglah naluri manusia yang paling dasar lahir. Hmm.. Manusia ya.. Pernahkah Anda berpikir bahwa Anda adalah manusia. Yakinkah Anda akan keberadaan manusia itu sendiri. Lihat sekeliling Anda. Lihat semua orang yang berseliweran dihadapan Anda. Benarkah mereka manusia sesuai definisi Anda. Apakah mereka benar2 nyata. Iya? Yakinkah Anda? Bagaimana kalau saya katakan mereka itu hanyalah manipulasi visual Anda. Lalu kenapa bisa Anda raba? Bisa Anda sentuh? Baiklah, mereka adalah manipulasi yang utuh. Otak Anda bisa saja yang menciptakan itu semua. Artinya, Anda merancang orang2, merancang pemandangan, merancang kehidupan. Bagaimana? Masih berpikir seperti sebelumnya?
Kalau misalnya saya tidak melihat apa2, namun otak saya memerintahkan yg sebaliknya, maka saya akan melihat sesuatu. Kalau misalnya saya tidak menyentuh apa2, namun otak saya mengatakan sebaliknya, maka saya akan merasakan sesuatu. Diri Andalah yang memegang kendali penuh. Pikiran Anda lebih tepatnya. Itulah mengapa Anda sering melihat sugesti pikiran sebagai kekuatan yang luar biasa.
Anda mungkin ingin mengajukan pertanyaan. Apakah sebenarnya saya sampai harus membuat Anda bingung dengan pemikiran saya? Bahkan saat membaca ini, Anda mungkin berpikir bahwa pikiran Anda juga tanpa sadar telah menciptakan saya. Tidak usah khawatir. Saya belum dapat menjelaskan diri saya sendiri. Yang jelas, saya adalah orang lain, dan saya tumbuh dengan sangat berbeda.